4/29/13

Penjagaan Diri Dari Kemaksiatan

Penjagaan Diri Dari Kemaksiatan-Pada umumnya manusia menyadari bahwa orang yang berbuat dosa pasti akan menanggung akibatnya, tetapi keinginan untuk melakukan kadang-kadang sulit dibendung. Hal  ini adalah disebabkan karena setiap manusia diberi hawa nafsu yaitu keinginan-keinginan yang selalu mengajak pada kejelekan. Firman Allah :

Dan aku tidak membebaskan diriku (dari nafsu). Sesungguhnya nafsu adalah selalu mengajak pada kejelekan (Yusuf : 53).

Disamping itu perkembangan zaman akhir banyak menawarkan berbagai macam bentuk dan praktek kemaksiatan yang nyaris tak terkendalikan. Di sisi lain Allah juga telah menciptakan mahluk bernama iblis/syaithon yang telah ditetapkan untuk menggoda manusia, sebagaimana firman Allah :

Iblis berkata : karena Engkau telah menyesatkan padaku, niscaya sungguh aku akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (tho’at) (Al-a’rof : 16-17)



Dengan hawa nafsu yang telah tertanam dalam diri manusia serta banyaknya sarana yang mendukung kemaksiatan maka akan semakin memperbesar celah bagi syetan maupun iblis untuk menggoda manusia hingga ia jatuh kedalam lembah kenistaan. Maka, oleh karena itu kita harus dapat menjaga serta mempertahankan keimanan dari tipu daya dan serangan iblis hingga ajal menjemput.
Kemaksiatan yang akan dibahas kali ini adalah mengenai beratnya dosa pelanggaran Had (zina)


1. Beratnya dosa pelanggaran Had (zina)

Perzinaan adalah puncak dari kemaksiatan. Perzinaan biasanya diawali dengan perbuatan dosa yang dianggap remeh, seperti pacaran, saling berkirim foto, nyepi, boncengan antara laki-laki dengan perempuan yang bukan mahrom, membaca buku porno, melihat gambar porno, menonton tayangan porno. Karena meremehkan akhirnya berani melakukan perbuatan dosa yang lebih besar.

Perbuatan zina adalah perbuatan yang amat tercela, amat keji dan amat menjijikkan baik menurut pandangan Allah maupun pandangan manusia yang berakal sehat, maka wajarlah bila Allah memberikan adzab yang sangat berat didunia maupun diakhirat. Bahkan bisa menimbulkan berbagai penyakit mengerikan dan membahayakan, baik bagi pelaku zina itu sendiri maupun bagi orang lain dan keturunannya, seperti AIDS.
Juga akibat dari perbuatan zina nama seseorang menjadi tercela, lebih-lebih pada wanita yang langsung menanggung akibatnya, dan kemurkaan serta adzab dari Allah di akhirat yang lebih dahsyat dan lebih mengerikan lagi. Perzinaan berakibat pula pada kriminalitas lain, karena merasa malu tidak punya suami, seorang wanita yang hamil karena zina tega membunuh atau membuang anaknya sendiri yang baru lahir. Karena tidak berani bertanggung jawab seorang laki-laki tega menghabisi nyawa pasangan selingkuhnya, sll. Naudzubillahi min dzalik.
Didalam hukum Islam perzinaan adalah termasuk pelanggaran berat dan dosa besar. sesuai dengan hukum Islam yang berlaku adalah : apabila pelakunya masih bujangan (ghoiru muhson) maka harus dijilid (didera/dicambuk) 100 kali dan apabila pelakunya sudah bersuami/beristri/janda/duda maka harus diranjam, dilempari batu sampai mati.

“Hai golongan orang Islam, takutlah kalian akan berbuat zina, karena sesungguhnya zina didalamnya ada enam perkara, tiga perkara di dunia dan tiga perkara di akhirat. Maka adapun tiga perkara yang ada di dunia adalah : hilangnya kewibawaan, pendek umurnya dan kekalnya kefakiran. Dan adapun tiga perkara yang ada di akhirat adalah : mendapat murka Allah, sejelek-jeleknya hisaban dan siksaan akhirat (neraka)” (HR. Al-Baihaqi).

2. Upaya Menjauhi/Menghindari Perbuatan Maksiat

a. Meningkatkan kefahaman dan ketaqwaan

Upaya untuk meningkatkan kefahaman dan ketaqwaan dapat ditempuh dengan beberapa cara, diantaranya :
1. Memperbanyak mengaji
Dengan banyak mengaji maka akan memiliki ilmu yang banyak. Dengan ilmu yang banyak akan mengerti mana yang haq dan mana yang batal, mana yang halal dan mana yang harom sehingga dapat menumbuhkan rasa taqwa kepada Allah.
Firman Allah dalam Al-qur’an :
“…sesungguhnya yang bisa takut kepada Allah adalah hambaNya yang berilmu…” (Surat Fathir : 28)
Dan diriwayatkan dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasalam :
Ilmu merupakan kehidupannya Islam dan tiangnya iman
Dengan banyak mengaji akan menumbuhkan kefahaman agama sehingga tidak mudah dibelokkan oleh iblis ke jalan yang sesat. Firman Allah dalam Al-qur’an      :

Sesungguhnya orang yang beriman itu oranh-orang yang ketika disebut nama Allah maka takutlah hatinya dan ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka bertambah iman dan kepada Allah mereka menyerah (Al-Anfal :2)

Dan sabda dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasalam :

Seorang yang faham lebih berat bagi syetan untuk menggodanya daripada seribu orang yang ahli ibadah (tapi tidak faham) (HR Ibnu Majah an Ibni Abbas)

2. Senang/hobi mendengarkan nasehat
Dengan sering mendengarkan nasehat, kita akan selalu mendapatkan penerangan dan peringatan ke jalan yang benar. Jika langkah kita sudah benar, maka dengan nasehat itu kita bisa tambah yakin dan bisa bersyukur. Jika langkah kita salah, maka dengan nasehat itu kita menjadi mengerti kesalahan kita sehingga bisa bertaubat dan bisa memperbaiki setiap kesalahan kita serta bisa bersyukur bahwa kita selalu mendapatkan penerangan untuk menuju kebenaran.

b. Meningkatan taqorrub ilalloh

Agar kita tidak mudah terpengaruh oleh bujukan syetan, maka kita harus mendekatkan diri kepada Allah yaitu dengan menertibkan dan meningkatkan ibadah kepada Allah seperti : memeprbanyak dzkir kepada Allah, memeperbanyak membaca Al-qur’an, melaksanakan puasa sunnah, meningkatkan kekhusyu’an sholatnya, dan banyak melakukan sholat-sholat sunnah terutama sholat malam dan dilanjutkan dengan berdoa memohon kepada Allah, minta perlindungan dan keselamatan dari perbuatan maksiat. Firman Allah :

Bacakanlah (Muhammad) apa-apa yang diwahyukan kepadamu dari kitab (Al-qur’an) dan tegakkanlah sholat, sesungguhnya sholat itu dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar… (Surat Al’ankabut : 45)

Dan sabda dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasalam :

Menetapilah kalian dengan sholat malam sebab sesungguhnya sholat malam itu kebiasaan orang-orang sholeh sebelum kalian dan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah, mencegah dari dosa, menghilangkan dan menolak penyakit dari tubuh (HR Tirmidzi an bilal)

Ingatlah dengan dzikir kepada Allah menjadikan tenangnya hati (Ar-ra’d : 28)

Dan aku (Allah) turunkan dari Al-qur;an sebagai obat dan rohmat bagi orang-orang iman… 
(Al-isra’ : 82)

3. Menghindari Perbuatan yang Mengarah pada Perzinaan

Agar kita selamat dari perbuatan zina, perlu menghindari beberapa hal yang mengarah pada perzinaan seperti :

a. Tidak menyentuh orang yang bukan mahromnya.

Diriwayatkan dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasalam :

Niscaya jika kepala salah satu diantara kalian ditusuk dengan jarum besi itu lebih baik dari pada menyentuh perempuan yang bukan mahromnya (HR. At-thobroni)

b. Tidak berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahromnya (nyepi)


Apabila seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya berdua-duan, maka syetan adalah yang ketiganya dan syetan akan menggoda agar keduanya melakukan pelanggaran sampai melakukan perzinaan. dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasalam :

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-sekali menyendiri dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahromnya, karena yang ketiganya adalah syetan (HR. Ahmad an Jabir bin abdillah)

c. Menjaga pandangan mata dan menutup aurot

Perhatikan batasan-batasan yang diberikan Allah dan RasulNya dibawah ini :

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman hendaklah mereka memejamkan sebagian pandangan mereka (dari yang harom) dan menjaga farji (kemaluan) mereka, yang demikian itu lebih suci(terjaga) bagi mereka. Sesungguhnya Allah waspada terhadap  apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman hendaklah mereka memejamkan sebagian pandangan mereka (dari yang harom) dan menjaga farji mereka… (An-Nur : 30-31)

Yang dimaksudkan menundukkan pandangan yaitu menjaga pandangan, tidak melepas pandangan begitu saja apalagi memandangi lawan jenis penuh dengan gelora nafsu. Kita hanya diperbolehkan memandang lawan jenis tanpa kesengajaan dan tidak boleh berlebihan. Bagi wanita harus bisa menjaga aurotnya (berpakaian yang menutup aurot), jangan sampai memakai pakaian yang mempertontonkan kepada yang bukan mahromnya. Sehingga tidak menjadikan pelanggaran. Sebagaiman sabda dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasalam :
Perempuan itu adalah aurot, maka ketika keluar dimuliakan (dihiasi) oleh syetan (Rowahu Tirmidzi ‘an Abdillah)

4.Menyibukkan diri dengan kegiatan positif serta menjauhi perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat

Sebagai Insan muda yang produktif hendaknya mempunyai cita-cita yang tinggi dan mulia. Untuk mencapai cita-cita tersebut kita harus mempunyai perencanaan yang jelas dan terprogram, diantaranya : mempunyai jadwal kegiatan harian, mempunyai target waktu dalam menyelesaikan tugas. Waktu-waktu luang hendaknya dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang positif, seperti :

Belajar (pelajaran sekolah/kuliah), dengan rajin dan tekun belajar akan memeroleh prestasi yang maksimal
Membiasakan olahraga yang tekun dan teratur. Sehingga didapatkan tubuh dan pikiran yang sehat, dengan tubuh dan pikiran yang sehat maka ibadah dan aktivitas menjadi lancar.
Belajar keterampilan/kursus sesuai dengan bakat dan kemampuannya seperti : kursus bahasa inggris,komputer,sablon,menjahit,memasak,dll
Membiasakan bermal sholih, seperti : membersihkan, merapikan rumah dan lingkungannya, membersihkan masjid dan lingkungannya, merawat dan membersihkan kendaraannya sendiri,dll.
Menghizibkan diri setiap hari membaca Al-qur’an
Sholat dhuha 4(empat) rokaat
Dalam kegiatan sehari-hari diusahakan dibarengi dengan dzikir-dzikir, seperti istighfar,dll.

Selain denga usaha diatas, kita supaya bisa menghindari dari perbuatan yang tidak mendatangkan manfaat dan mengarah pada pebuatan maksiat, seperti menonton TV tanpa mengenal waktu, melamun, menganggurkan diri, main game, nongkrong-nongkrong, ngibrol-ngobrol yang tidak ada gunanya, bilyard, membaca bacaan porno, bermain-main di internet tanpa tujuan yang jelas. Dengan memperbanyak kegiatan yang positif dan menghindari dari perbuatan-perbuatan yang kurang bermanfaat maka semakin kecil peluang bagi iblis/syetan untuk menjerumuskan manusia kepada perbuatan maksiat.

Sumber : disadur dari makalah CAI 2007
gambar : dari berbagai sumber

2 comments: